Senin, 17 Mei 2010

SADE, JANJI HIDUP & KEAGUNGAN CINTA

Judul diatas seperti sebuah judul novel. Memang kalau kita menyimak album-album Sade ibarat membaca sebuah roman tentang cinta dan juga tentang tantangan kehidupan. Tak salah rasanya kalau jazz lovers yang mempunyai karakteristik orang yang romantis begitu menyukai penyanyi yang satu ini.
Saat dikota New York pada usia 8 tahun koleksi rekaman pertama Sade malah jenis musik rock, itu diakuinya kalau koleksi rekaman tersebut berkaitan dengan cerita tentang kehidupanya masa lalu. Kemudian pengalaman tersebutlah yang menjadi vitalitas buat seorang Sade hingga sekarang. Itu sebabnya album yang dihasilkannya lebih banyak nuansa gitar akustik (Mungkin karena pengaruh musik rock yang sempat di sukainya), single yang berjudul “By Your Side” adalah sebuah lagu tentang kekuatan cinta. Ini adalah musik yang kembali pada elemen terpenting dalam musik yakni vocal, melodi, dan aransemen instrumen.
Tetapi kemudian Sade yang bernama asli Helen Folosade Adu adalah seorang wanita yang tidak pernah memiliki apapun untuk di rahasiakan.
Dia lahir di Ibadan, Nigeria dan menetap di Colchester, Essex , dimana dia pindah saat umur 4 tahun setelah ibunya yang orang Inggris berpisah dari ayahnya yang Nigeria. Sade menjalani hidupnya dengan mencoba untuk merasa baik-baik saja, jujur dan benar.
Saat beranjak dewasa, Sade mulai mendengarkan penyanyi-penyanyi soul seperti : Curtis Mayfield, Donny Hathaway, Marvin Gay. Penyanyi tersebut adalah penyanyi yang unik, menurut Sade mereka mampu membiarkan dan menyesalkan kerumitan jalan pikiran dari sakit hati juga harapan. Musisi itu menurut Sade lagi mempunyai cukup banyak keahlian untuk menciptakan dari perasaan-perasaan tersebut. Sesuatu yang akhirnya menjadi sangat berpengaruh pada Sade ketika dia menjadi seorang penyanyi.
Sade sempat belajar fashion di St. Martin jurusan kesenian. Dia mendaftar sebagai vokalis pada saat teman lamanya membuat sebuah band dan ternyata dengan dia band tersebut mendapat penyanyi yang tepat. Musik yang mereka mainkan adalah jenis jazz, latin dan punk karena mereka menemukan sebuah keunikan dan kesenangan tersendiri pada jenis musik tersebut.
Sade membantu menulis pada tembang yang menjadi hits “ Smooth Operator “ , dan berawal dari sinilah Sade m,eninggalkan sifat pemalunya, yang pada akhirnya ia berani melangkah menuju ke tengah panggung dengan percaya diri bersama grupnya yang terdiri dari : Stuart Matthewman , Andrew Hale dan Paul Spencer.
Di tahun 1984 single nya “ Your Love Is King ” masuk di tangga lagu top ten hits. Oleh sebab itulah nama Sade melejit populer bahkan menjadi sebuah ikon. Jika selama tahun 80’an ia sudah mewujudkan apa yang di cita-citakannya. Musiknya memiliki kegembiraan sekaligus kelembutan. Itu sangat jelas tergambar dalam lirik lagunya dimana bara api dari cinta tidak pernah benar-benar membeku. Setelah single pertamanya yang melejit Sade menjadi satu diantara beberapa artis rekaman yang pernah ada untuk tampil menjadi cover di majalah “ Time ” karena pada saat itu dianggap dialah penyanyi Jazz era baru. Debut albumnya “ Diamond Life ” Sade berbicara pada seluruh dunia tentang kehidupan dan cinta , dan hits singlenya “ Your Love Is King ” , “ Smooth Operator ” , dan “ Hang On To Your Love ” , sempat bercokol selama 98 minggu di UK Charts dan 81 minggu di Chart Billboard. Hingga akhirnya Sade menerima penghargaan BPI Award untuk album terbaik dan Grammy Award untuk penyanyi pendatng baru terbaik.
Tahun 1985 ia meluncurkan album “ Promise ” yang menghasilkan hits single seperti : “ Is It A Crime “ dan “ The Sweetest Taboo ” yang telah menjadi lagu yang paling sering diputar di sepanjang sejarah radio. Seperti album terdahulunya , album inipun mendapatkan multi platinum dan sangat sukses secara internasional.
Tuntutan yang mengharuskan ia terus melangkah dari imajinasi ke sebuah realita perjuangan pada konsep musiknya, itulah sebabnya Sade tidak pernah megijinkan musiknya untuk menjadi sesuatu yang kurang greget dia menghendaki karyanya secara kwalitas harus lebih baik dari yang terdahulu untuk mengoda pendengarnya agar selalu loyal dan karirnya sebagai seorang penyanyi juga selalu stabil. Ia telah menyita perhatian publik, keingintahuan tentang kehidupan Sade, seperti awalnya saat ia di temukan dan menyatakan dia datang untuk membuat musik yang menakjubkan.
Sade telah mencoba dengan mudah untuk mengingat kebenaran dalam dirinya dengan melakukan wawancara melalui media, baik elektronik maupun cetak yang mengatakan bahwa dia hanya membuat album saat dia mempunyai sesuatu yang benar-benar bisa dimengerti untuk dibagikan ke penggemarnya.
3 tahun kemudian Sade kembali merilis album dengan judul “ Stronger Than Pride ”. Tahun 1988, dari album tersebut menghasilkan hits single yang dikenang seperti : “ Love Is Stronger Than Pride ” dan “ Nothing Can Come Between Us ”. Setelah itui Sade bersama bandnya mengadakan tour keliling dunia, ke Eropa , Australia , Jepang dan Amerika dan ternyata sukses besar. Secara keseluruhan penampilan Sade dan bandnya selalu menarik diatas panggung.
Sade telah menciptakan lagu Jazz yang bisa di pakai untuk berdansa juga lagu sebelum tidur, dan lagu untuk soundtrack film “Indecent Proposal” yang di bintangi Robert Redford dan Demi Moore. Sade menolak musiknya untuk dikatagorikan seperti musik pop, r&b, soul atau yang lain satu dimensi dengannya, ia lebih senang mengkatagorikan musiknya adalah Jazz dengan konsep yang luas.
Budaya yang berbeda yang tumbuh di kota London itu memunculkan berbagai aneka warna musik dari barbagai genre, hal itulah yang membuat Sade mengeluarkan album “ Love Deluxe “ pada tahun 1992. Ini dianggap sebuah album yang cukup fenomenal buat Sade karena album ini mampu menepis banyak kritikan dan akhirnya album inipun sangat laris di pasaran. Album yang berani mengungkapkan perasaan yang jujur ini di Amerika mampu bertahan selama 91 minggu di Chart Billboard. Sementara singlenya “ No Ordinary Love “ mampu pula bertengger di tangga lagu-lagu hits dunia.
Tahun 1994 Sade merilis album “ Best Of Sade “ yang menampilkan 16 lagu yang pernah menjadi hits dalam kurun waktu 10 tahun sejak album pertamanya di liris. Kalau ditotal Sade telah mampu menjual rekamannya sebanyak 40 juta copy disepanjang karirnya musiknya.
Akhirnya album “ Lovers Rock “ pun di liris. Di mana lewat album ini Sade semakin menunjukkan bakatnya yang luar biasa sebagai seorang penulis lagu. Coba anda simak lagu “ Sweetest Gift “ , “ All About Love “ , “ Slave Song “. Ini adalah sebuah lagu yang penuh kehangatan dan intimasi. Di album “Loves Rock” seperti yang telah diselesaikan lewat album yang sebelumnya, Sade melanjutkan untuk melukiskan rahasia bisikan hatinya sekaligus juga hasratnya. Menggigatkan kebenaran pada dirinya agar pekerjaannya sebagai seorang penyanyi dapat mencapai kwalitas yang lebih baik untuk menuju ke puncak karirnya.
Begitulah Sade, seorang penyayi yang penuh talenta dan mampu memberikan harapan-harapan ke penggemarnya agar mampu hidup lebih baik, dan ini layaknya sebuah novel yang ditulis berdasarkan kisah nyata..

TRISUM : DIALOG 3 PENDEKAR GITAR INDONESIA

Decak kagum dan aplause yang luar biasa selalu menjadi pemandangan yang terlihat tatkala mereka manggung dimana saja, baik konser mereka di Java Jazz atau Jak Jazz bahkan ketika mereka manggung di Graha Bakti Budaya Tim, Jakarta, hingga konser ini dijadikan DVD Live Trisum yang pertama diedarkan untuk memuaskan para jazz lovers di Indonesia.
Trisum adalah sebuah kelompok musik jazz yang sangat menarik. Karena group yang satu ini adalah mungkin terasa agak unik. Trisum bisa dikategorikan sebagai sebuah band jam session. Pada awalnya Trisum adalah I Dewa Gede Budjana dan Tohpati Ario Hutomo. Menjadi tiga dengan hadirnya seorang bintang tamu. Gagasan bintang tamu ini adalah untuk memungkinkan musik Trisum mengeksplorasi wilayah_wilayah musikal yang lebih luas.
Pada album pertama yang mereka luncurkan yang diberi lebel 1st Edition, kelompok ini menghadirkan bintang tamu gitaris asal Gianyar Bali, I Wayan Balawan yang terkenal dengan teknik tapingnya. Sembilan lagu dialbum perdananya itu menghadirkan sebuah karya sang bintang tamu, disamping ciptaan Budjana, Tohpati, Ismail Marzuki dan dua lagu tradisional.
Sebagai bintang tamu Balawan diberikan keleluasaan bereksperesi disemua lagu. Inilah yang membuat Trisum menjadi semakin menarik. Karena berkolaborasinya tiga gitaris yang notabene berbeda aliran dan teknik bermain ini mampu menghasilkan karya_karya musik yang harmonisasi sangatlah terjaga tanpa terlihat ego dari masing_masing personilnya karena diantara mereka bertiga sudah menjadi satu.
Pada awalnya Trisum bernama B3, kependekan dari Budjana, Balawan dan Bontot (panggilan akrab Tohpati), yang bersepakat untuk bermain bersama. Saat itu mereka tampil dalam sebuah acara launching produk mobil mewah. Ketiganya ternyata juga secara pas menggambarkan motto acara launching tersebut. “Luxury, Ferformance & Dynamics”. Budjana mewakili Ferformance, Tohpati Lexury dan Balawan Dynamics.
Walau persiapannya sangat relatif singkat. Tidak dinyana banyak yang sangat terkesan dengan kolaborasi unik tiga musisi ini, Saat itulah Dhani “Pette” Widjanarko selaku manager mereka punya inisiatif untuk melanjutkan tiga gitaris kreatif ini untuk melanjutkan B3 ketahap yang lebih serius.
Kemudian mereka tampil lagi pada Java Jazz 2006, namun karena kawatir B3 dianggap terlalu meniru G3 kolaborasi tiga gitaris dunia yang telah dikenal sebelumnya, maka merekapun tampil dengan nama baru Trisum yang ketika itu mendapat sambutan hangat oleh jazz lovers.
Menyatukan tiga gitaris kampiun ini sebenarnya tidaklah mudah, selain mereka berbeda aliran musiknya dan juga tiga musisi ini memang punya proyek musik masing_masing. Budjana selain menjadi gitaris tetap di band Gigi juga seringkali menggarap solo albumnya sendiri, Begitu juga dengan Tohpati selain tetap eksis di groupnya Simak Dialog dia juga sering membuat album solo dan juga menjadi musisi tamu dibeberapa band. Dan Balawan yang memang punya group sendiri juga amat sering diundang manggung kebeberapa negara luar. Tidak heran kalau Trisum sebuah kelompok jazz yang keberadaannya sangatlah dnantikan oleh para pecinta jazz tanah air, walau nantinya mungkin pada perkembangannya Trisum menghadirkan bintang tamu selanjutnya tidak harus seorang gitaris, yang penting asal bisa melebur dengan konsep musik Budjana dan Tohpati, bisa saja nanti seorang drummer atau keyboardis atau pemain musik lainnya. Yang jelas Trisum sudah pula memperkaya genre jazz di Indonesia.

PROFILE 3 PENDEKAR GITAR TRISUM

TOHPATI

Saat SMP Tohpati bergabung dengan Splash Band bersama dengan Didi AGP, Cendy Luntungan, Ubiet dan Dian HP. Sebagai solois Tohpati sudah menghasilkan album antara lain Tohpati, Serampang Samba dan It’s Time yang di rilis 2008 ini Selain itu dia juga pernah mendapat penghargaan pada sejumlah festival musik prestisius. Tohpati juga sempat bermain dengan dua musikus jazz dunia yakni Eric Mariental dan Kenny Gerret saat berkunjung ke Indonesia membuat namanya makin dikenal dikalangan penggemar jazz tanah air dan yang paling berkesan buat Tohpati adalah ketika mendapatkan kesempatan berkolaborasi dengan Yellow Jacket yang mendapat respon yang luar biasa pada ajang Jak Jazz 2008 yang barusan berakhir Nopember tadi.
Selain bermain jazz Tohpati juga dikenal sebagai Music Director yang andal dialbum rekaman dan pentas besar sejumlah artis pop terkenal seperti Chrsye, Sheila Madjid, Andien, Kris Dayanti hingga Titi Dj. Tentu Tohpati masih aktif di group jazz Simak Dialog tempat dia mengekspresikan karya musiknya . Simak Dialog sendiri adalah group yang berdiri tahun 1993 atas gagasan pianis dan komposer Riza Arshad serta drummer Arie Ayunier juga diperkuat pemain bass Indro Hardjodikoro.

BUDJANA

Lahir di Klungkung Bali, 30 Agustus 1963. Budjana mulai belajar gitar semenjak berusia 11 tahun. Tahun 1976 keluarga Budjana pindah ke Surabaya, merasa kemampuannya amat terbatas, dia mengambil kursus gitar klasik yang membawanya pada John Mclaughlin dari Mahavisnu Orchestra.
Jazz mulai menarik perhatiannya tahun 1980, nama_nama seperti Pat Matheny, John Abercombie, Keith Jarret mulai akrab ditelinganya seperti musisinya jazz lepas lainnya, Ornette Coleman, Ronald Shanon dan pemain gitar modern Alan Haldsworth. Tetapi langkah besarnya tercatat ketika dia membentuk Sourrel Band saat bersekolah di SMA Negeri 2 Surabaya. Tahun 1984 Sourrel menjuarai Light Music Contest yang prestesius.
Merasa Surabaya tidak lagi mengakomodasi karirnya, Budjana hengkang ke Jakarta tempat dia bertemu Jack Lesmana yang tidak saja mengajarinya bermain, tetapi juga filosopi jazz.
Budjana lantas terlibat dalam sejumlah band diantaranya Spirit hingga menelorkan 2 album. Sementara kerja barengnya dengan Erwin Gutawa, Jimmy Manopo, Elfas Big Band dan Twilight Orchestra membuat wajah Budjana semakin akrab dimata public.
Tahun 1993 Budjana keluar dari Spirit, bergabung dengan Indra Lesmana dalam group Java Jazz yang bermain secara regular di Jamz. Setahun kemudian album Bulan Diatas Asia lahir ditahun yang sama saat mereka tampil di North Sea Jazz Festival Denhaag.
Budjana sampai saat ini sudah melahirkan 4 album solo jazz. Pada album Samsara dan Home Budjana bekerjasama dengan Peter Erskine musisi dari kelompok jazz beken Weather Report. Dia juga sempat menggelar konser tunggalnya di Gedung Kesenian Jakarta dan hingga saat ini dia juga masih eksis di kelompok Gigi bareng Arman Maulana dkk.

BALAWAN

Lahir di Gianyar Bali 8 September 1973. Balwan mulai bermain musik pada usia 8 tahun dan membentuk band ketika masih disekolah dasar. Lulus sekolah menengah Balawan pindah ke Sydney belajar gitar jazz dan vocal di Australia Institute Of Music. Balawan memperoleh beasiswa selama 3 tahun untuk Diploma Of Music. Setelah 5 tahun tinggal di Sydney pada 1997 dia kembali kekampung halamannya dan membentuk band bernama Batuan Ethnic Fusion yang memadukan musik etnis Bali dengan jazz dan akhirnya menelorkan album perdananya yang diberi title Globalism.
Balawan adalah gitaris berbabakat dengan gaya permainan yang sangat khas, yang dikenal dengan teknik Touch Tapping Style (seperti halnya teknik yang dimainkan oleh Stanley Jordan), teknik permainan yang memamfaatkan kedelapan jari untuk memainkan tap pada fretboard.
Balawan diakui sebagai salah satu gitaris terbaik di Indonesia dengan pengalaman internasional yang banyak. Antara lain menjadi wakil Asia dengan gitaris Jepang Isato Makagawa dalam East Meet West Guitar Festival di Edenkoren Jerman Mei 2000. Duet dengan gitaris Australia Tommy Emanuel di Open Strings Festival di Osnabrueck Jerman 2000. Tur 12 kota di Jerman dalam International Guitar Night 2001. Menjadi wakil Asia di Hell Blues Festival di Norwegia 13 September 2001. Tampil lagi di Hell Blues Festival di Norwegia September 2005. Melakukan konser 4 kota di Australia dengan Batuan Ethnic Fusion Oktober 2005. Menjadi wakil Indonesia dalam Tokyo Asia Music Mart dan Pop Asia di Jepang Oktober 2005. Balawan yang merilis album tahun 2005 dengan title Magic Fingers yang direkam di Tokyo Jepang. Tentu Balawan tak pernah absen pula tampil pada Java Jazz dan Jak Jazz setiap tahun.

Jazz?

Anggapan masyarakat musik jazz itu adalah musik kaum elite, musiknya kaum gedongan, musik yang hanya digemari dan dinikmati oleh orang orang mapan secara ekonomi, bahkan ada juga yang menyebut kalau jazz itu adalah musiknya orang pintar. Kalau anda sempat menyaksikan film yang sempat menjadi box office di negara kita yaitu “Laskar Pelangi”. Dimana disalah satu adegan digambarkan seorang anak yang sedang mendengarkan radio, dan kebetulan saat itu radio tersebut lagi memutar lagu jazz, dengan spontan dia nyeletuk, “ini namanya musik jazz, musiknya orang pintar”.

Saya tidak tahu pasti kalau scene itu muncul apakah disebabkan karena adanya Mira Lesmana yang kebetulan menjadi produser film itu. Kita tahu Mira Lesmana adalah seorang yang hidup dan dibesarkan di lingkungan musisi jazz, yang jelas di novelnya sendiri tidak ada gambaran seperti itu.

Lantas benarkah anggapan kebanyakan dari masyarakat tentang musik jazz? Jawabnya adalah ya!. Kalau kita melihat realita nya, karena selama ini jazz di Indonesia tampaknya memang selalu di kondisikan seperti itu.

Coba tengok pagelaran atau event event jazz kebanyakan selalu di tempat yang eksklusif macam hotel hotel atau pub pub mewah yang harga tiket masuknya hanya bisa terbeli bagi orang yang punya kantong tebal.

Lantas mengapa jazz bisa seperti itu? Kalau kita berkaca melihat sejarah jazz itu sendiri, yang pada awalnya justru dianggap adalah musik kaum rendahan atau kita sebut saja musik kampungan yang hanya boleh (dalam tanda petik) dimainkan oleh kaum budak berkulit hitam, dimana pada saat itu kaum bule sangat haram memainkan jenis musik ini.

Jazz secara harpiah adalah musik sebetulnya dimainkan dengan salah, karena not not nya sangatlah melenceng dari pakem, not yang dimainkan adalah not not miring yang sepintas terdengar sepert asal bunyi. Tapi inilah keunikan jazz, salah tapi akhirnya dibenarkan. Kasus ini pula yang akhirnya membawa jazz menjadi sasaran penelitian untuk dipelajari baik itu oleh musisinya sendiri hingga doktor dan professor diperguruan tinggi.

Lantas apa sebetulnya yang istimewa dalam jazz? Musiknya atau performer musisinya?.

Kebanyakan orang tidak menyukai jazz karena menganggap musik ini terlalu rumit dan njelimet. Jazz terdengar seperti sebuah irama yang sangat sumbang dan aneh pada kuping orang yang baru mendengar nya apalagi jazz kalau di panggung seolah adalah musik yang individualis karena terkesan dimainkan dengan egois oleh musisinya, seolah musisinya bermain hanya untuk dirinya sendiri. Lihat saja konser konsernya Miles Davis, sekilas ia bermain seperti tak ada musisi lain, dipanggung dia sangat santai seakan akan tidak ada yang menonton, terkadang dengan cueknya dia duduk di stage sambil minum sementara teman satu bandnya lagi asyik bermain. Tapi tahukah anda justru itulah yang menjadi kelebihan Miles Davis. Ia dianggap sebagai seorang musisi yang menjadi tonggak sekaligus pilar sebagai pengembang jazz yang disebut Free Jazz. Ia memainkan musik yang tidak terikat hanya pada satu genre seperti be bop tapi penjelajahan musikalitasnya jauh lebih meluas lagi, hingga apa yang dimainkannya itu adalah sebuah sajian musik yang tidak terbatas hanya sebuah apa yang dinamakan “music box”, Miles Davis mengajak pecintanya untuk tidak berpikir sempit apalagi primitive, ia menyajikan sebuah komposisi musik yang tidak hanya bisa dinikmati pada zamannya tapi akan masih bisa renyah dinikmati pada masa masa yang akan datang, dan itu adalah sebuah era baru buat perkembangan jazz pada masa itu. Jazz menurut Miles Davis bukan hanya sekedar Ragtime, Dixie, Swing atau Bebop saja tapi jazz adalah musik yang sebenarnya sangat mudah beradaptasi dengan perkembangan zaman dan teknologi, jazz adalah musik yang juga sangat terbuka dan fleksible dengan unsur unsur musik luar, baik itu musik rock, country, reggae, folk, klasik dan lain lain bahkan musik tradisional sekalipun. Itulah salah satunya penyebab jazz sampai sekarang terus berkembang hingga menjadi begitu banyak genre.

Jazz memang sebuah musik yang komplikited. Karena dengan banyaknya unsur unsur musik diluar jazz yang melekat dibajunya, ini juga membuat pecintanya semakin bingung dan bertanya tanya apakah benar ini jazz?. Sampai seorang musisi jazz itu sendiri sadar betul apa yang ia mainkan sudah diluar meanstream jazz, hingga untuk mengkategorikannya juga semakin susah, namun sebenarnya ia sendiri pingin jujur dengan publiknya sendiri hingga ia menyebut musik yang dimainkannya adalah World Music, karena sudah sangat tidak jelas batasan unsur musik yang dimainkannya, jazz enggak, rock tidak, r & b juga bukan apalagi klasik atau country atau musik etnik yang juga tidak sepenuhnya benar.

Pembaca mungkin akan agak bingung dengan bahasan kita kali ini. Pada dasarnya saya tidak ingin berpolemik tentang jazz itu sendiri, karena pasti kita tidak akan mendapatkan jawaban yang memuaskan.

Pada suatu malam ditengah hujan yang cukup lebat di Balikpapan, saya dan Agus Setiawan dari Warta Jazz berbincang banyak tentang jazz. Membahas jazz dengan teman yang satu ini memang sangat menarik. Kami akhirnya sepakat kalau di Indonesia jazz menjadi musik elte itu memang disengaja. Karena di negara kita ini jazz belumlah menjadi bagian industri rekaman, jazz masih dikategorikan sebagai rekaman yang masih belum menguntungkan secara ekonomi, karena penjualan rekaman jazz jauh masih kalah dengan jenis musik lain. Namun jazz punya pecinta yang loyal dan ini juga market yang bisa diambil peluangnya, sekalipun belumlah besar secara kwantitas. Satu satunya cara adalah jazz harus dimainkan ditempat tempat yang eksklusif agar musisi jazz kita bisa hidup dan ternyata hal tersebut cukup berhasil. Media seperti TV dan cetak seringkali malah semakin memperkuat image bahwa jazz itu adalah musik elit dengan pemberitaannya. Begitu juga kalau kita lihat di tempat pasilitas umum seperti bandara, restoran dan cape cape mewah seringkali memutar jazz sebagai suguhan backround musiknya. Hal seperti inilah yang semakin memperkokoh image jazz yang eksklusif.

Berbeda sekali realita yang terjadi diluar negeri. Pernahkah anda melihat pengamen jalanan yang memainkan musik jazz di Indonesia? Mungkin hampir tidak ada pengamen pengamen di kota besar macam Jakarta, Surabaya, Bandung dan kota kota lainnya yang mengamen dengan memainkan jazz. Namun di Amerika dan negara negara lainnya banyak sekali pengamen jalanan yang memainkan musik jazz untuk mencari nafkah. Jazz juga disana dimainkan diklub klub kecil bahkan di tempat tempat yang tergolong masih kumuh.

Itulah uniknya jazz, di suatu negara musik ini dianggap sebagai sebuah musik yang punya prestise tinggi, namun di tempat lainnya jazz dianggap juga sebagai musik yang sama dengan jenis musik lainnya.

Jazz juga dianggap sebuah musik yang lebih ber “jiwa” karena lewat jazz musisi mampu berkomunikasi lewat sebuah improvisasi agar dapat berdialog dengan audiensnya, jazz mampu bersinergi dengan keluwesan berbagai etnik dibelahan dunia manapun karena jenis musik ini mampu meluber dengan akar budaya setempat. jazz memang sangat mudah beradaptasi lewat bahasa apapun, itu sebabnya jenis musik ini tampaknya sangat mudah merasuk pada setiap orang, yah bukankah musik itu merupakan bahasa global yang dapat dimengerti dan dipahami oleh setiap orang, itu sebabnya jangan berpikir kalau jazz itu musik yang njelimet, susah dan sebagainya, nikmati saja jazz itu sebagai sebuah hiburan dan anda akan merasakan kalau ternyata jazz itu adalah musik yang asyik untuk dinikmati kok.

Sabtu, 06 Juni 2009


How to Be Cool


from wikiHow - The How to Manual That You Can Edit

Have you always wanted to be the cool guy, who always seems to do the right thing? Or are you dying to be the cool girl, who flows through life with ease and grace? If you think about all the people who you think of as cool, you'll find that they have several characteristics in common: they're all confident, unique, and on friendly terms with everyone. There's no reason you can't be like that yourself.

Steps


  1. Don't care what others think of you. We will always, on some level, be concerned with others' opinions of ourselves, but realize that ultimately, you will never be able to please everyone, so why bother trying? People have millions of ways to get under your skin. Learn to spot them and become immune. Be happy and have fun.
  2. Be aware of how others will perceive you. This might seem to contradict the previous step, but there's a difference in letting people's judgments affect your self esteem, and being aware of how you come off to others. What you are really doing is being aware of how you look from another's perspective. In terms of physical appearance, beware of food getting stuck in your teeth, bad breath, body odor, toilet paper stuck to your shoe, etc. In terms of composure, try not to stare too much (it makes people uncomfortable), stand/sit up straight (it makes you look and feel more confident), smile generously, be polite and considerate, etc. Definitely be aware of your body language at all times; body language analyzation can be a useful tool in knowing how to present yourself.
  3. Present yourself in a positive way. Walk with good posture and look people in the eye. If you slump or stare at your feet, people won't respect you. You have to look and feel confident in order to receive the respect you need.
  4. Find real friends. For example, if people don't hang out with you because you don't wear designer clothes, they are not real friends. Instead, find friends that see you for who you are. If the people standing in front of you can't see you for you, then how can they be your friend?
  5. Don't be afraid to be different, whether that means standing up for yourself, defending someone else, or taking interest in something that no one else does, like playing an instrument or dancing when no one else will. The coolest people are the ones who occasionally break against the tide and make people question the status quo.
  6. Speak up. Observe people who are "cool"--they usually speak confidently and clearly, at a good pace. They don't chatter rapidly, pause, or mumble. They say what they mean, and mean what they say. Be confident in your word and don't let anyone try and change it. If you state your opinion and people disagree, don't worry. You said what you felt and people will respect you for that, unless you use it knowing it will offend someone. However, make it count. Don't shout out your opinion just to be heard. Make sure it's relevant, and be ready to back it up soundly.
  7. Learn how to laugh at yourself. Being cool doesn't mean being perfect, and being able to find humor in your moments of clumsiness and discomfort is the defining hallmark of being cool. People will not only respect you for it, but they'll like you for being human, just like them.
  8. Write a list of all of the goals you are aiming for. What essentially makes you cool is your identity. Try to find your talent -- sports, music, art, whatever. People will notice your passion and respect you for it.
  9. Take a deep breath. Being cool is all about being relaxed and comfortable in any circumstance. Don't lose your cool. If you feel yourself about to lose your temper, or burst into tears, or lose control in any way, take a deep breath and excuse yourself. Stay calm. Don't be disruptive, annoying, or have unpredictable mood changes. You are serene and steadfast in your coolness and it should show. That means not getting too caught up in anything, not even your cool self.
  10. Be friendly, but not excessively eager. Everyone loves someone who is outgoing, but nobody likes someone who is overly excited. Many people find someone who is overeager to be annoying. Try not to force yourself on people. Smile and strike up a conversation, but make sure you know the line between friendly and obsessive.
  11. Use appropriate language. Many people think it makes them cool when they curse, but all it's really doing is showing that you're trying to be cool.
  12. Be a good conversationalist. Everyone loves someone who knows what to say at the right moment. Most of the time, it is much better to be sort of quiet and analyze the conversation, enjoying the humor of your friends. Then wait for the right moment to make a comment, usually to great result. However, if you come up into the middle of a quiet group of people, it is better to take a Tony Stark approach. Be playful! Joke around with them. Making fun of people is fine, but make sure that you know the limits on it and that the people you're around are the kind of people who know you're kidding.
  13. Dress how you want. As long as your personality shines through, you can wear whatever you like. Guys have been known to get girlfriends even though they wore argyle sweaters all the time. That is definitely an affirmation of coolness. Being cool despite wearing something people generally make fun of.
  14. Refrain from using too many colloquialisms. This may make you appear as "fake" or unable to grasp your respected language. Speak normally, clearly and confidently (see #6) and if you feel it is necessary adopt a more formal register and use multisyllabic words. However do not go overboard as this may make you appear pretentious, this being just as bad as seeming fake. Finding the right balance in your speech is important to making you seem intelligent and somewhat sophisticated in the presence of your peers.
  15. Keep your "cool". Most people in acts of anger will lower coolness


Tips


  • A good way to truly be cool is not to try to be cool at all. Make friends who enjoy things that you enjoy, and talk to them, hang out with them etc. Talk freely to people about funny things, and just be an all around nice person.
  • If you think you are uncool because people don't like you, don't take it too harshly.Sometimes people want to get to talk to you so speak up and the main thing is be yourself. If you strongly agree or disagree with someone, tell them that. Don't become a product of everyone you know.
  • It is way uncool to trip or fall in front of people only to get up and lose your composure and act defeated. In this instance, you'll be the laughing stock of your witnesses. These things can happen to anyone, so if you DO trip and fall, when you get up, confidently brush yourself off, give the thumbs up, add a grin, and go on your way. Keeping your composure is key. Laughing at yourself can be a good way to make it seem less awkward and makes you seem relaxed.
  • Be humble. Vanity isn't cool.
  • If being picked on is your worry, know and understand that showing yourself affected by it is precisely what separates the coolest from the others, and take this as a chance to actually be perceived as cool. Know that who you are in your core is not determined by others, especially if they don´t truly know you. Be happy with yourself as you are, since there is nothing really wrong with you in your core.
  • Find a way to love learning. The coolest people do a lot of really cool things. There is an old system that says the more you practice the easier something is to do. When you can learn something really well it's easier to be cool at it.
  • Learn to read people and be patient when sharing an opinion. Understand that whatever you say to someone or give advice, that is just your opinion. They either accept it or reject it, there's no need to force them to understand. Just make sure you know what you're talking about.
  • Change your attitude--if you have a negative attitude change it. Cool people always have a positive attitude. No one likes a negative person. When people get to know you and see that you always have a positive look on things even when things are not going your way, they will enjoy your company.
  • Lastly and most importantly, BE YOURSELF. If you don't, it will follow you into the future and you'll have friends who only like the person you pretend to be, instead of you.


Warnings


  • Always be your self. Just remeber your other friends might not like the new you. And they were the friends who liked you for you from the start.*Being cool doesn't mean impressing the "popular" group. A cool person can show up with the wrong hair, the wrong clothes, hang out with the computer geeks and not care what anyone says or thinks, because they're totaly themselves, and are too cool to care what anyone thinks.Even though this might not be the "cool" your aiming for.
  • Some people are not the people that would be a good influence on you. You can "be cool" and still hang out with not the most popular group.
  • There is no textbook definition of cool. Some people may think it's cool to do drugs, drink, have premarital sex, etc. Others will be turned off by this behavior. It is important to distinguish whether your circle of friends deem this behavior "cool" or not.
  • Don't base your coolness on making others seem uncool. You'll make more enemies than friends that way. People aren't going to worship someone who bosses or beats them around all the time. They'll be scared maybe, but they won't respect you.
  • Don't lose sight of yourself or your morals. Being cool isn't about changing who you are, its about being confident enough to let people see how awesome you really are.
  • Being cool can be a challenge. A lot of people who aren't cool can slow your path to coolness down. So if something puts you in a bad mood, it's good to have reminders of your end goal of being awesomely cool. Also if your mood distracts you enough for you to forget your end goal reminders can help you stay positive.
  • You get the coolest by staying cool the longest. Practice makes perfect.
  • If you too are accepting of others and include only cool people in your groups, others will be attracted to your level of confidence of socializing and thus consider you cool to hang around with, but you wont be... because your way to cool.
  • Never use your coolness to put people down! With great power comes great responsibility!
  • Always stick up for those below you! always be nice.
  • Don't try to be a stereotype. Act the way you want to and listen to the music you want to. Dress the way you want to. Being cool is being you. Find out who you are and then be true to it. That's cool.



Article provided by wikiHow, a wiki how-to manual. Please edit this article and find author credits at the original wikiHow article on How to Be Cool. All content on wikiHow can be shared under a Creative Commons license.